•March 13, 2009 • Leave a Comment

02-cendrawasih

KURIKULUM YOYO BERBASIS TARI

•March 12, 2009 • Leave a Comment

Teman saya di salah satu club Yoyo bercerita mengenai permintaan salah satu Taman Kanak-Kanak didaerah Kemang yang menginginkan Yoyo masuk sebagai ekskul. Saya menawarkan untuk memasukkan unsur tari di dalam kurikulum Yoyo yang dibuatnya……

Maraknya demam Yoyo akibat dari diputarnya film Tokusatsu Blazing Team di televisi khusus anak-anak saat ini membawa trend tersendiri. Bermacam trik dalam permainan Yoyo ditawarkan pada film ini. Dari out string, sleeper, looping, triangle, trapeze dan banyak lagi.

Dahulu Yoyo adalah permainan yang terbuat dari kayu berbentuk bulatan dan bertali dimainkan dengan cara memegang tali dan kita lemparkan ke bawah dan secara otomatis yoyo akan naik kembali tatkala kita menghentakkan tangan kita. Saat ini yoyo yang konon kabarnya sebagai mainan tertua nomor dua di dunia setelah boneka telah mengalami revolusi dari material bahan, sampai dengan trik permainannya. Kalau dulu yoyo hanya terbuat dari kayu, sekarang ada yang berbahan dasar plastik sampai metal, warna dari yoyo pun juga bermacam-macam ada merah, hijau, hitam, emas, bahkan ada yang dua warna atupun tiga warna.

Anak-anak lebih memilih versi yoyo keluaran Auldey, Blazing Teens seperti yang ada di film Tokusatsu dibanding merk Aoda dan merk yoyo. Karena menurut mereka inilah yoyo yang asli yang seperti di film membuat mereka mempunyai kebanggaan tersendiri. Yoyo Auldey balzing Teens ada berbagai jenis tergantung kategori pemainnya tingkat pemula, menengah hingga tingkat mahir belum lagi nama-nama dari yoyo tersebut yang cukup memikat. Sebut saja Flamming Dragon, Fire Warrior, Magic Wheel, Transparent Storm
Eagle.

Saat ini bahkan ada salah satu sekolah TK yang memanfaatkan permainan Yoyo dalam ekskulnya. Saya mencoba untuk memasukkan unsur tari di dalam pembelajaran Yoyo ke dalam 7 trik dasar bermain Yoyo, yaitu :
1. Sleeper, melempar Yoyo berputar ke bawah
2. Foward pass, Yoyo dilemparkan ke depan
3.Creeper, membiarkan Yoyo berputar di lantai lalu kembali
4. Triangle membuat segitiga dengan tali Yoyo
5. Trapeze Yoyo diletakkan pada tali sambil berputar
6. Double or Nothing 2 tali dililitkan di tangan
7. Tokyo Tower membuat menara Tokyo dengan tali yoyo.
Tehnik dasar dari Yoyo ini dapat dikombinasikan dengan step-step yang ada pada beberapa nomor tari. Seperti Poco-poco ataupun Sajojo. Poco-poco adalah tarian dinamis dari Sulawesi yang banyak menggunakan step atau langkah-langkah kaki sebagai bentuk kebersamaan karena memang ditarikan secara beramai-ramai. Gerakan dasarnya relatif mudah Dua langkah kecil ke kanan dan ke kiri lalu mundur satu atau dua langkah ke belakang kemudian maju kedepan dengan berputar. Prinsipnya adalah melakukan gerakan tubuh dengan step-step kaki ke empat penjuru angin lalu kembali pada posisi semula. Variasi gerakannya sangan bermacam-macam. Iringan musiknya bisa house music, cha-cha,pop ataupun dangdut. Pelaku tidak boleh membuat kesalahan. karena apabila terjadi kesalahan dia akan statis berputar-putar di tempat. Jarak antar pemain juga harus dijaga.

Bermain Yoyo dapat dilakukan sambil menari, saat melakukan beberapa trik dapat saja dipadukan dengan beberapa step langkah kaki dari tari Poco-poco. Misalnya pada trik Triangle atau Double or nothing dapat dilakukan sambil melangkah kiri kanan, maju 2 langkah ke belakang lalu ke depan dan berputar. Mengikuti irama musik Poco-poco.

Tari memungkinkan orang bermain Yoyo secara bersama-sama dan rampak. Dengan tari orang akan lebih punya kreativitas dan eksplorasi. Karena biasanya Yoyo hanya dimainkan secara individual. Kekayaan budaya kita sangatlah beragam bukannya tidak mungkin kalau bermain Yoyo dapat dipadukan dengan gerakan tari lain seperti Jaipongan, tari Betawi, tari Aceh. Pastinya permainan ini akan sangat menarik dan menjadi lebih atraktif karena di iringi oleh beberapa musik tradisi di dalam pertunjukannya.

MARI BERMAIN YOYO SAMBIL MENARI…………

Ini adalah permainan Yoyo yang sangat marak saat ini, bayangkan andaikan digabungkan dengan step-step kaki yang ada pada ragam gerak tari pastinya akan jauh lebih atraktif. Terlebih lagi kalau dilakukan secara bersama-sama, dan bukan hanya satu orang yang memainkannya.

DIMANAKAH TEMPAT KITA DAPAT BELAJAR TARI?

•March 11, 2009 • 53 Comments

Ulasan ini dibuat dari hasil pembicaraan antara salah satu orang tua yang ingin memasukkan anaknya ke sanggar tari.

Tahukah kita bahwa referensi mengenai sanggar tari yang ada di Jakarta tidaklah tersosialisasi dengan baik. Kurangnya informasi dan pencatatan data dari beberapa sanggar tari di Jakarta tidak bejalan sebagaimana mestinya. Hal ini mengakibatkan banyaknya orang tua yang ingin anaknya belajar tari tidak tahu harus mencari informasi kemana?

Salah satu yang menyediakan sarana belajar atau les tari ada di Taman Mini Indonesia Indah. Setiap Anjungan dari daerah-daerah propinsi di Indonesia menyediakan diklat khusus untuk tari. Dari pengamatan saya yang terlihat banyak peminat dan rame anggota adalah Anjungan DKI, Jawa barat, Jawa tengah, Bali, Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatra Utara. Bagi yang berminat dapat lansung berhubungan dengan pihak anjungan.

Selain itu di Taman Ismail Marzuki juga ada Sanggar tari Jawa pimpinan Retno Maruti yang ada jadwal latihannya setiap Minggu sore atau Sanggar tari Bali Saraswati yang jadwal latihannya ada setiap Sabtu sore.

Sanggar tari yang lain adalah Ekayana yang memberikan materi seluruh tarian daerah, beralamatkan di jl. Tebet dalam II E no. 18, jadwalnya setiap Rabu dan Sabtu, atau sanggar tari Artina yang beralamatkan di asem baris raya no. 100 dan latihan setiap sabtu jam 16.00. Sebut juga Sanggar tari Minang Sanggrina bunda pimpinan Ely kasim di gedung Pemuda, ada juga Sanggar tari Melayu Putih Melati yang beralamatkan di gedung olah raga Cempaka Putih, Sanggar tari Maya Pasundan di derah Saharjo dan masih banyak lagi.

Memang untuk saat ini karena kemajuan teknologi, informasi-informasi mengenai sanggar tari dapat dengan mudahnya di akses di internet. Tapi kita terbentur kendala bahwa tidak semua masyarakat Jakarta adalah pengguna internet. Perlu kita pikirkan bagaimana caranya agar sosialisasi keberadaan sangar-sanggar tari dapat mudah di dapat oleh masyarakat yang awam terhadap kesenian khususnya tari. Agar tidak timbul pertanyaan orang tua dimana tempat les menari?…..

Tari Zapin, Melayu.
zapin-sumtara

TARI SAMAN ATAU RATOEH DUEK?

•March 10, 2009 • Leave a Comment

Apabila mengamati perkembangan tari yang diajarkan di ekstrakurikulum sekolah-sekolah di Jakarta, semua anak yang sekolahnya mewajibkan tari dalam ekskulnya pasti akan lansung menyebut tari Saman yang telah dan akan dipelajari. Tarian ini dikenali sebagai tarian yang dinamis, rampak dan memakai vokal serta tepukan-tepukan tubuh sebagai iringannya.

Sejak era 70 an tari dari daerah Aceh yang populer di Jakarta pastilah orang menyebutnya sebagai TARI SAMAN. Tapi tahukah kita bahwa sesungguhnya tari yang populer tadi bukanlah tari Saman semata. Tokoh tari dari Daerah Istimewa Aceh yang mempopulerkan tari Aceh di Jakarta adalah bapak Marzuki dan Bapak Nurdin Daud Alm. Tetapi merekapun tidak pernah menyebutkan bahwa tarian mereka adalah tari Saman. Melainkan tari yang merupakan eksplorasi dan kreativitas mereka berdua sebagai hasil koreografi penggabungan dari Tari Seudati, Pho, Saman dan Ratoeh. Dan mereka menamakan tariannya sebagai tari RAMPAI ACEH.

Tahun 1999, datanglah seorang anak muda bernama YUSRI SALEH, yang terkenal dengan nama panggilan DEGAM, asli anak Aceh yang lahir pada 5 Februari 1977. Kariernya di Jakarta dimulai sebagai penata tari terbaik parade tari daerah tingkat nasional di TMII. Pada event ini DEGAM membuat satu nomor tari sebagai hasil dari eksplorasi tari Likok Pulo ( Aceh Besar ), yang memakai Rapai atau gendang sebagai iringannya. Dari prestasinya mulailah ia merambah ke sekolah-sekolah di Jakarta. Dari Labschool, Alazhar, Global Islamic, SMU 70, SMU Cisauk, SMU 46 dll…semuanya mewajibkan tari ini sebagai ekskulnya. Bayangkan dari 2x festival dalam setahun tari Saman yang di Jakarta sampai sekarang mengalami peningkatan yang cukup signifikan menjadi 3x dalam sebulan…fantastis, betapa fenomenalnya tari ini.

Belakangan akibat dari tekanan dan kontroversi beberapa tokoh dari daerah Aceh, DEGAM berinisiatif menamakan tariannya sebagai RATOEH DUEK. Karena tari Saman tidak ada yang menggunakan Rapai sebagai iringannya. Ini menjadi penekanan bahwa tari Aceh yang populer, di festivalkan di kalangan pelajar bukanlah SAMAN, melainkan RATOEH DUEK.

Sayangnya tari yang fenomenal ini justru mengalami kesalahan yang cukup fatal karena orang selalu menyebutnya sebagai Saman tarian dari Aceh, bahkan sampai seluruh manca negara menyebutnya demikian. Padahal tarian Aceh banyak macamnya dan bukan melulu Saman.. Saman..dan Saman.

Dibawah ini adalah dokumentasi dari Tari Saman dan Tari Ratoeh Duek, secara kasat mata memang kelihatan sama tapi bila diperhatikan dengan teliti sangat jauh bedanya.

PERANAN TARI DALAM PERKEMBANGAN ANAK

•March 9, 2009 • Leave a Comment

Perhatian khusus orang tua dalam perkembangan anak sangat penting. Karena proses tumbuh kembang anak akan sangat mempengaruhi kehidupan anak di masa datang. Tari yang sarat dengan nilai dan kaidah keindahan di dalamnya mempunyai peranan penting pada perkembangan motorik dan emosi.

Aspek perkembangan anak meliputi :
PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR DAN HALUS.
Kemampuan motorik kasar yang menggunakan otot-otot besar, sebagian ataupun seluruh tubuh tercakup di dalam pembelajaran satu nomor tari. Misalnya pada tari Anoman ataupun tari Kupu-kupu. Anak diajak untuk menirukan gaya monyet yang tentunya sesuai dengan kaidah keindahan. Melompat, berlari dan berjalan cepat. Ataupun menirukan gerakan terbang pada tari kupu-kupu yang kesemuanya berkaitan dengan pelatihan otot-otot besar pada anak agar mampu bekerja secara maksimal.

Pada kemampuan motorik halus yang didefinisikan sebagai penggunaan otot-otot halus pada sebagian anggota tubuh tentunya akan juga terlatih apabila anak belajar menari menggunakan properti seperti kipas, payung, kendi, selendang dan sebagainya. Bagaimana memegang kipas agar tidak jatuh, memainkan payung, memutar selendang kesemuanya diajarkan pada tari yang menggunakan properti. Kejelian, kemampuan, ketrampilan mengontrol jari dan tangan serta kaki sangat disyaratkan disini. Dengan demikian tari yang menggunakan properti sangat berperan aktif dalam perkembangan motorik halus dari anak.

PERKEMBANGAN EMOSI
Perkembangan pada aspek ini meliputi kemampuan anak untuk mencintai, menyayangi, menghormati, berani yang kesemuanya sangat dipengaruhi oleh interaksi dengan orang tua dan orang-orang disekitarnya.
Tari mencakup semua yang berkenaan dengan emosi. Karena untuk pementasan sebuah tari akan dilakukan secara bersama-sama. Anak akan diajak untuk bekerjasama, menghormati teman, menghargai peranan orang lain, berani tampil di muka umum dengan kelebihannya. Salah satu contohnya adalah belajar dan melakukan pementasan pada tari Saman atau Rampak kendang. Mereka tidak bisa mementingkan egonya dan hanya memikirkan dirinya sendiri. Karena tarian ini menitik beratkan pada kerja kelompok. Perkembangan emosi pada anak tergantung pada impuls emosi yang diterimanya. Dan tari mampu berperan aktif di situ.

Apabila kita menyadari ulasan diatas, tidak ada salahnya kita mendorong anak kita untuk terus belajar menari. Karena di dalam tari terdapat banyak aspek yang bisa berperan aktif dalam perkembangan anak-anak kita secara tepat dan maksimal.

NOMOR-NOMOR TARI DAN SINOPSIS

•March 9, 2009 • Leave a Comment

pagelu
Tari Pagelu
tarian ini berasal dari Toraja, Sulawesi Selatan. Biasa ditarikan pada saat upacara-upacara penting, seperti ungkapan rasa syukur kepada tuhan atas limpahan rahmatnya.

lenggangnyai

Tari Lenggang Nyai
Sebuah karya tari kreasi baru yang bertolak pada kesenian Gambang Kromong. Yang mengungkapkan rasa kebahagiaan wanita di dalam proses keberhasilannya  menentukan pilihan hati.

bajidorkahot

Tari Bajidor Kahot
Sebuah karya tari kreasi baru yang berasal dari Jawa Barat, dimana tarian ini diangkat dari beberapa unsur seni seperti ketuk Tilu dan Jaipongan menggunakan properti kipas sebagai penambah kedinamisan gerak.

renggong-manis-dki

Tari Renggong Manis
Tari kreasi dari Jakarta, sebagai ungkapan kebahagiaan dan rasa kebersamaan para remaja saat menyambut tamu pada sebuah acara.

tari-piring

Tari Piring
Tari ini menggambarkan tentang luapan kegembiraan dan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah.

PEMBELAJARAN TARI BERBASIS TEKNOLOGI

•March 8, 2009 • Leave a Comment

Dunia pendidikan tari di Indonesia haruslah sampai pada pemanfaatan tehnologi komunikasi dan informasi secara maksimal. Walaupun infrastruktur dari tehnologi itu sendiri belumlah merambah ke seluruh negeri dengan merata. Terlebih lagi pemanfaatannya dalam dunia pendidikan.

Kebanyakan pengguna sarana tehnologi masih terkungkung oleh keasyikannya berlama-lama di depan komputer dan menikmati kecanggihan sarana dan prasarananya ber internet ria dan bermain game. Padahal jelas pengembangan mutu dan akses pendidikan dalam kerangka geografis Indonesia yang mempunyai wilayah yang sangat luas dari Sabang sampai Merauke merupakan sebuah tantangan.

Dalam tulisan ini yang dimaksud pembelajaran tari yang berbasis tehnologi (e learning) adalah kemungkinan pemanfaatan tehnologi menjadikan satu nomor tari yang direkam dalam video akan menjadi satu CD interaktif yang akan membuat orang untuk belajar menari tanpa bertemu lansung atau bertatap muka dengan orang yang dapat menari atau seorang guru tari. Yang berarti seseorang akan dapat belajar tari sendiri tanpa guru melalui e learning.

Tentunya hal ini akan membuka akses yang tiada batas dalam pembelajaran tari di Indonesia. e learning sebagai sebuah proses pembelajaran akan mengiringi perkembangan budaya, dimana tari turut berperan didalam perkembangan tadi lewat nilai-nilainya yang berperan aktif sebagai pembentuk karakter bangsa dapat berlansung efektif dan efisien.

CD interaktif sebagai pembelajaran tari dapat pula dimanfaatkan sebagai arsip yang tentunya untuk saat-saat yang akan datang kita akan masih bisa belajar tari pada guru-guru yang handal di masa sebelumnya melalui peninggalan rekamannya.

ratohduek