Technical Riders penari (artis tari)

12728940_10154052714393081_6581255790947994301_nCerita saya,
Dalam acara “Harry Darsono Foundation”, 13 Desember 2015 di Wisma Axa kemarin, Puspo Budoyo tampil sebagai salah satu donatur pada acara hiburan. Melihat tajuknya tentu saja fokus keseluruhan acara ada pada satu sosok yang bila sekilas kita lihat mirip dengan jagoan film anak, Harry Potter “Darsono”. Lagu barat yang dinyanyikan oleh Ayoni, Grand Piano yang megah yang mendominasi seluruh area serta permainan spektakuler dari tuan rumah, nada merdu Saxophone sampai dengan Arirang song oleh perkumpulan Korea. Semua terlihat sempurna pada babak ini.

Walaupun dengan tata cahaya dan ruang gerak yang minim, Tari Bedhaya, Golek Putri dan tari Bambangan Cakil yang merupakan master piece Puspo Budoyo tetap kami tampilkan dengan kesungguhan hati. Gemuruh tepuk penonton menjadi doping gairah kami semalam.

Saya teringat pada beberapa kali kesempatan turut serta di dalam produksi pembuatan film ataupun event festival festival Film, artis yang kita undang atau ikut terlibat dalam acara festival selalu melampirkan apa yang disebut “ Technical Riders”. Yang berisi beberapa permintaan dari artis sebagai paket informasi yang isinya adalah petunjuk dan aturan agar tercapai penampilan yang sangat sempurna pada puncak perhelatannya. Dari mulai tiket pesawat kelas bisnis sampai dengan tukang makeup, mikrophone bahkan menu makanan.

Saya tidak sedang membandingkan posisi seniman tari musik tradisi kita dengan artis (walaupun seorang penari pemusik tradisi adalah artis juga). Hanya saja tradisi “technical riders artis” dapat kita contoh sisi positifnya. Barangkali saja tidak harus serumit seperti kepunyaan artis
Sebagai contoh technical riders sederhana tari Bambangan Cakil ; a. perlu tempat yang agak luas b. tidak boleh ada property podium dll di panggung c. lighting harus terang sehingga wajah penari tidak gelap b. ruang makeup penari dan yang lain.

Puspo Budoyo dan kita, para senimannya bisa mulai dari sekarang untuk mengedukasi klien. Bisa jadi mereka tidak paham akan “Technical Riders” seni pertunjukan tari dan musik tradisional. Kita patut membuat mereka untuk bisa lebih mengapresiasi budaya bangsanya. Walaupun sebagai sebuah judul “Piano Penari Menari” terdengar cukup menarik.

Anti Yank (Puspo Budoyo”ers)

~ by antiyank on May 29, 2016.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: