KURIKULUM YOYO BERBASIS TARI

Teman saya di salah satu club Yoyo bercerita mengenai permintaan salah satu Taman Kanak-Kanak didaerah Kemang yang menginginkan Yoyo masuk sebagai ekskul. Saya menawarkan untuk memasukkan unsur tari di dalam kurikulum Yoyo yang dibuatnya……

Maraknya demam Yoyo akibat dari diputarnya film Tokusatsu Blazing Team di televisi khusus anak-anak saat ini membawa trend tersendiri. Bermacam trik dalam permainan Yoyo ditawarkan pada film ini. Dari out string, sleeper, looping, triangle, trapeze dan banyak lagi.

Dahulu Yoyo adalah permainan yang terbuat dari kayu berbentuk bulatan dan bertali dimainkan dengan cara memegang tali dan kita lemparkan ke bawah dan secara otomatis yoyo akan naik kembali tatkala kita menghentakkan tangan kita. Saat ini yoyo yang konon kabarnya sebagai mainan tertua nomor dua di dunia setelah boneka telah mengalami revolusi dari material bahan, sampai dengan trik permainannya. Kalau dulu yoyo hanya terbuat dari kayu, sekarang ada yang berbahan dasar plastik sampai metal, warna dari yoyo pun juga bermacam-macam ada merah, hijau, hitam, emas, bahkan ada yang dua warna atupun tiga warna.

Anak-anak lebih memilih versi yoyo keluaran Auldey, Blazing Teens seperti yang ada di film Tokusatsu dibanding merk Aoda dan merk yoyo. Karena menurut mereka inilah yoyo yang asli yang seperti di film membuat mereka mempunyai kebanggaan tersendiri. Yoyo Auldey balzing Teens ada berbagai jenis tergantung kategori pemainnya tingkat pemula, menengah hingga tingkat mahir belum lagi nama-nama dari yoyo tersebut yang cukup memikat. Sebut saja Flamming Dragon, Fire Warrior, Magic Wheel, Transparent Storm
Eagle.

Saat ini bahkan ada salah satu sekolah TK yang memanfaatkan permainan Yoyo dalam ekskulnya. Saya mencoba untuk memasukkan unsur tari di dalam pembelajaran Yoyo ke dalam 7 trik dasar bermain Yoyo, yaitu :
1. Sleeper, melempar Yoyo berputar ke bawah
2. Foward pass, Yoyo dilemparkan ke depan
3.Creeper, membiarkan Yoyo berputar di lantai lalu kembali
4. Triangle membuat segitiga dengan tali Yoyo
5. Trapeze Yoyo diletakkan pada tali sambil berputar
6. Double or Nothing 2 tali dililitkan di tangan
7. Tokyo Tower membuat menara Tokyo dengan tali yoyo.
Tehnik dasar dari Yoyo ini dapat dikombinasikan dengan step-step yang ada pada beberapa nomor tari. Seperti Poco-poco ataupun Sajojo. Poco-poco adalah tarian dinamis dari Sulawesi yang banyak menggunakan step atau langkah-langkah kaki sebagai bentuk kebersamaan karena memang ditarikan secara beramai-ramai. Gerakan dasarnya relatif mudah Dua langkah kecil ke kanan dan ke kiri lalu mundur satu atau dua langkah ke belakang kemudian maju kedepan dengan berputar. Prinsipnya adalah melakukan gerakan tubuh dengan step-step kaki ke empat penjuru angin lalu kembali pada posisi semula. Variasi gerakannya sangan bermacam-macam. Iringan musiknya bisa house music, cha-cha,pop ataupun dangdut. Pelaku tidak boleh membuat kesalahan. karena apabila terjadi kesalahan dia akan statis berputar-putar di tempat. Jarak antar pemain juga harus dijaga.

Bermain Yoyo dapat dilakukan sambil menari, saat melakukan beberapa trik dapat saja dipadukan dengan beberapa step langkah kaki dari tari Poco-poco. Misalnya pada trik Triangle atau Double or nothing dapat dilakukan sambil melangkah kiri kanan, maju 2 langkah ke belakang lalu ke depan dan berputar. Mengikuti irama musik Poco-poco.

Tari memungkinkan orang bermain Yoyo secara bersama-sama dan rampak. Dengan tari orang akan lebih punya kreativitas dan eksplorasi. Karena biasanya Yoyo hanya dimainkan secara individual. Kekayaan budaya kita sangatlah beragam bukannya tidak mungkin kalau bermain Yoyo dapat dipadukan dengan gerakan tari lain seperti Jaipongan, tari Betawi, tari Aceh. Pastinya permainan ini akan sangat menarik dan menjadi lebih atraktif karena di iringi oleh beberapa musik tradisi di dalam pertunjukannya.

MARI BERMAIN YOYO SAMBIL MENARI…………

Ini adalah permainan Yoyo yang sangat marak saat ini, bayangkan andaikan digabungkan dengan step-step kaki yang ada pada ragam gerak tari pastinya akan jauh lebih atraktif. Terlebih lagi kalau dilakukan secara bersama-sama, dan bukan hanya satu orang yang memainkannya.

~ by antiyank on March 12, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: