PERANAN TARI DALAM PERKEMBANGAN ANAK

Perhatian khusus orang tua dalam perkembangan anak sangat penting. Karena proses tumbuh kembang anak akan sangat mempengaruhi kehidupan anak di masa datang. Tari yang sarat dengan nilai dan kaidah keindahan di dalamnya mempunyai peranan penting pada perkembangan motorik dan emosi.

Aspek perkembangan anak meliputi :
PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR DAN HALUS.
Kemampuan motorik kasar yang menggunakan otot-otot besar, sebagian ataupun seluruh tubuh tercakup di dalam pembelajaran satu nomor tari. Misalnya pada tari Anoman ataupun tari Kupu-kupu. Anak diajak untuk menirukan gaya monyet yang tentunya sesuai dengan kaidah keindahan. Melompat, berlari dan berjalan cepat. Ataupun menirukan gerakan terbang pada tari kupu-kupu yang kesemuanya berkaitan dengan pelatihan otot-otot besar pada anak agar mampu bekerja secara maksimal.

Pada kemampuan motorik halus yang didefinisikan sebagai penggunaan otot-otot halus pada sebagian anggota tubuh tentunya akan juga terlatih apabila anak belajar menari menggunakan properti seperti kipas, payung, kendi, selendang dan sebagainya. Bagaimana memegang kipas agar tidak jatuh, memainkan payung, memutar selendang kesemuanya diajarkan pada tari yang menggunakan properti. Kejelian, kemampuan, ketrampilan mengontrol jari dan tangan serta kaki sangat disyaratkan disini. Dengan demikian tari yang menggunakan properti sangat berperan aktif dalam perkembangan motorik halus dari anak.

PERKEMBANGAN EMOSI
Perkembangan pada aspek ini meliputi kemampuan anak untuk mencintai, menyayangi, menghormati, berani yang kesemuanya sangat dipengaruhi oleh interaksi dengan orang tua dan orang-orang disekitarnya.
Tari mencakup semua yang berkenaan dengan emosi. Karena untuk pementasan sebuah tari akan dilakukan secara bersama-sama. Anak akan diajak untuk bekerjasama, menghormati teman, menghargai peranan orang lain, berani tampil di muka umum dengan kelebihannya. Salah satu contohnya adalah belajar dan melakukan pementasan pada tari Saman atau Rampak kendang. Mereka tidak bisa mementingkan egonya dan hanya memikirkan dirinya sendiri. Karena tarian ini menitik beratkan pada kerja kelompok. Perkembangan emosi pada anak tergantung pada impuls emosi yang diterimanya. Dan tari mampu berperan aktif di situ.

Apabila kita menyadari ulasan diatas, tidak ada salahnya kita mendorong anak kita untuk terus belajar menari. Karena di dalam tari terdapat banyak aspek yang bisa berperan aktif dalam perkembangan anak-anak kita secara tepat dan maksimal.

~ by antiyank on March 9, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: