Asosiasi Seniman Tari Indonesia (ASETI)

•December 21, 2017 • Leave a Comment

Pada hari tanggal Rabu, 20 November 2017 bertempat di Rumah Puspo Budoyo para seniman tari dari berbagai pilar jabatan profesi di bidang tari mendeklarasikan pembentukan Asosiasi Seniman Tari. Adapun latar belakang pendirian Asosiasi ini diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Diperlukannya satu badan asosiasi sebagai wadah/forum komunikasi dan bertukar pikiran antar seniman tari untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang muncul dalam bidang tari.
2. Diperlukannya satu badan asosiasi sebagai wadah/forum komunikasi dan dialog sosial secara langsung antara pemangku kepentingan dengan para seniman tari.
3. Diperlukannya satu badan asosiasi yang menghimpun pemikiran pemikiran strategis yang berkaitan dengan kebijakan, strategi, dan program aksi yang perlu dikembangkan dalam dunia tari untuk menuju ke arah Indonesia kompeten dan berdaya saing global.
4. Asosiasi sebagai Medium peningkatan kompetensi profesi
5. Kesadaran untuk turut serta mendukung tersedianya sumber daya manusia yang kompeten, profesional dan produktif sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (IMF-Proyeksi Indonesia menjadi negara dengan skala ekonomi ke 5 terbesar di dunia)
Kesadaran untuk turut serta mendukung pengembangan kompetensi SDM manusia (Bonus Demografi 2030)

Kini sudah saatnya para seniman tari turut serta membangun industri budaya di Indonesia. Tari menyongsong dunia!!!!

Advertisements

Technical Riders penari (artis tari)

•May 29, 2016 • Leave a Comment

12728940_10154052714393081_6581255790947994301_nCerita saya,
Dalam acara “Harry Darsono Foundation”, 13 Desember 2015 di Wisma Axa kemarin, Puspo Budoyo tampil sebagai salah satu donatur pada acara hiburan. Melihat tajuknya tentu saja fokus keseluruhan acara ada pada satu sosok yang bila sekilas kita lihat mirip dengan jagoan film anak, Harry Potter “Darsono”. Lagu barat yang dinyanyikan oleh Ayoni, Grand Piano yang megah yang mendominasi seluruh area serta permainan spektakuler dari tuan rumah, nada merdu Saxophone sampai dengan Arirang song oleh perkumpulan Korea. Semua terlihat sempurna pada babak ini.

Walaupun dengan tata cahaya dan ruang gerak yang minim, Tari Bedhaya, Golek Putri dan tari Bambangan Cakil yang merupakan master piece Puspo Budoyo tetap kami tampilkan dengan kesungguhan hati. Gemuruh tepuk penonton menjadi doping gairah kami semalam.

Saya teringat pada beberapa kali kesempatan turut serta di dalam produksi pembuatan film ataupun event festival festival Film, artis yang kita undang atau ikut terlibat dalam acara festival selalu melampirkan apa yang disebut “ Technical Riders”. Yang berisi beberapa permintaan dari artis sebagai paket informasi yang isinya adalah petunjuk dan aturan agar tercapai penampilan yang sangat sempurna pada puncak perhelatannya. Dari mulai tiket pesawat kelas bisnis sampai dengan tukang makeup, mikrophone bahkan menu makanan.

Saya tidak sedang membandingkan posisi seniman tari musik tradisi kita dengan artis (walaupun seorang penari pemusik tradisi adalah artis juga). Hanya saja tradisi “technical riders artis” dapat kita contoh sisi positifnya. Barangkali saja tidak harus serumit seperti kepunyaan artis
Sebagai contoh technical riders sederhana tari Bambangan Cakil ; a. perlu tempat yang agak luas b. tidak boleh ada property podium dll di panggung c. lighting harus terang sehingga wajah penari tidak gelap b. ruang makeup penari dan yang lain.

Puspo Budoyo dan kita, para senimannya bisa mulai dari sekarang untuk mengedukasi klien. Bisa jadi mereka tidak paham akan “Technical Riders” seni pertunjukan tari dan musik tradisional. Kita patut membuat mereka untuk bisa lebih mengapresiasi budaya bangsanya. Walaupun sebagai sebuah judul “Piano Penari Menari” terdengar cukup menarik.

Anti Yank (Puspo Budoyo”ers)

Sendratari Ramayana “Shinta Obong”

•May 29, 2016 • Leave a Comment
13240519_10207400652787895_8714396141084011092_n-1

Sendratari Ramayana “Shinta Obong”

Ketika menonton Sendratari Ramayana “ Shinta Obong”
Minggu, 22 Mei 2016 – Rumah Puspo
(Sebuah Kajian Subyektif)
“Wadah Indikator Pendidikan Karakter Pada Anak”

Adegan pambuko – introduction Anoman seekor monyet kecil sakti sanggup memporak porandakan Alengka, Rahwana buruk rupa si penculik yang kejam, Rama yang berwibawa tapi ragu akan nuraninya sebagai suami, Shinta yang kecewa kesetiaannya dipandang sebelah mata. Kijang yang cantik rupawan ternyata adalah sang utusan Rahwanan, Kumbokarno kakak Rahwana, berwujud raksasa tetapi berhati mulia serta banyak yang lain.

Satu kemasan pertunjukan yang menarik dan jelas alurnya. Tatanan peradegannya sangat kuat, hingga mampu menonjolkan karakteristik dari masing masing tokohnya.

Kursi yang disediakan tampak penuh oleh pengunjung yang rata-rata usianya adalah usia dewasa sampai dengan usia lanjut. Dari mulai meja bundar sampai kursi ber sab, tumplek blek dan tak ada kursi kosong.

Lalu dimana penonton anak anak kita?Ada,
Akan tetapi dari sisi jumlah kalah berbanding dengan penonton dewasa. Bisa jadi karena jam pertunjukan yang terlampau malam, ataupun nilai yang terlanjur menancap di kepala masyarakat kita, bahwa tontonan malam adalah khusus untuk dewasa. Mengapa sendratari Ramayana selalu digelar pada malam hari?.

Sendratari tadi malam tanpa disadari sesungguhnya telah menjadi wadah indikator bagaimana sebuah pendidikan karakter terhadap anak berproses. Anak dapat belajar untuk tidak terpengaruh dengan rupa yang cantik, jangan mudah percaya dengan yang kasat mata. Bagaimana mempertahankan komitmen sampai dengan unjuk kesetiaan. Plus berani tampil dan berpentas.
Seperti yang dikatakan oleh Sonny Vinn seorang penulis buku best seller “SLAM DUNK For SUCCESS”) “Karakter seorang anak terbentuk terutama pada saat dia berusia 3 hingga 10 tahun……apa yang masuk di dalam pikirannya bisa membentuk karakter anak yang berkualitas”.

Iseng terlintas, berangan angan, bermimpi, kepengen, sebagai sesuatu yang ideal, satu saat Puspo Budoyo dapat mementaskan pertunjukan di sore hari, satu paradigma baru – pola baru, sebuah “ Sunset Ramayana”. Sendratari yang ditonton oleh anak, di mengerti anak, di pentaskan untuk anak dan khusus sesi untuk anak (biasanya kalau anak pasti ada orang tuanya). Yang merupakan sisi lain dari Sendratari Ramayana di bawah bulan purnama.

Bravo Puspo,
Apapun itu Puspo Budoyo telah mengupayakan sebuah substansi pendidikan kesenian yang baik yang berguna untuk memanusiakan manusia.

#######

Jakarta Dance Carnival 2016

•April 28, 2016 • Leave a Comment
Jakarta Dance Carnival 2016

Jakarta Dance Carnival 2016

“JAKARTA DANCE CARNIVAL 2016”:
Let Me Dance – Biarkan Aku Menari
Sebuah Perayaan Kebebasan Tubuh
Jakarta – Indonesia Dance Community yang didukung penuh oleh komunitas-komunitas tari yang ada di Jakarta menghadirkan Jakarta Dance Carnival (JDC), yang akan diselenggarakan pada tanggal 14 Mei 2016 mulai pukul 09.00 s/d 24.00, di Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki, Jl. Cikini Raya No. 73, Jakarta Pusat. Jakarta Dance Carnival adalah sebuah perayaan yang digelar untuk memperingati World Dance Day/Hari Tari Dunia, yang jatuh di setiap tahunnya pada tanggal 29 April, dan sekaligus merespon tujuan mulia dari ditetapkannya Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei. JDC 2016 akan di dukung oleh 100 group dan 1200 penari.

Indonesia Dance Community digagas oleh 5 orang wanita yaitu Hartati, Wiwiek HW, Santi Ardati, Anti Yank dan Yola Yulfianti yang memiliki latar belakang pendidikan seni tari di Institut Kesenian Jakarta. Visi misi dari komunitas ini adalah memajukan perkembangan seni khususnya tari dalam masyarakat.
Penyelenggaraan kegiatan JDC yang kedua ini mengusung tema Let Me Dance, yang merupakan sebuah pertemuan pelaku tari lintas generasi mulai dari anak-anak sampai dengan para tokoh tari dari beragam latar belakang genre tari. Adapun genre tari tersebut yaitu tradisional klasik/kreasi, modern/pop dan kontemporer bahkan sport dance (Pole Dance). Mereka berpartisipasi dan berinteraksi merayakan sebuah peristiwa kebebasan tubuh dan keberagaman.

Peristiwa satu hari JDC, terdiri dari prosesi Carnaval yang dimulai dari depan pintu masuk PKJ-TIM sampai di Pelataran Teater Jakarta, dilanjutkan dengan penampilan 100 komunitas tari yang ada di Jakarta. ‘Ruang Sharing’ dengan format diskusi santai dengan nara sumber Dr. Eko Supriyanto S.Sn MFA dan Sukardji Sriman S.Sn MFA. Yang akan berbagi cerita tentang sekolah tari di luar negeri. JDC 2016 juga akan mempersembahkan pameran kostum tari bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat tentang profesi seorang “Dance Costume Designer” karya Iriene Prinka Radjab. Berthema tentang sejarah perkembangan busana Betawi untuk karya tari. Selain itu pula, JDC akan menggelar Pameran foto tari karya fotografer-fotografer dan juga pemutaran dance film dengan konsep layar tancap. Bazar makanan dan produk lain juga akan digelar pada Jakarta Dance Carnival 2016.
Kegiatan ini terlaksana dengan dukungan penuh dari partisipasi pelaku tari yang ada di Jakarta serta masyarakat pencinta seni tari. Indonesia Dance Community, mengajak masyarakat ikut merayakannya, menikmati peristiwa-peristiwa tari, menjadi saksi dalam perkembangan dan pertumbuhan dunia tari Indonesia. Dimana seni tari menjadi bagian dari ruang gerak, gaya hidup dan pendidikan masyarakat kota Jakarta.
Acara ini terselenggara atas kerja sama Djarum Foundation, Dewan Kesenian Jakarta dan Blitz Production serta dukungan penuh dari seratus komunitas dan group tari.

Untuk keterangan lebih lanjut mengenai kegiatan ini dapat menghubungi: Festi 081293567508/ festifayara16@yahoo.com/idcommunity5@gmail.com

Rundown Acara :
Pementasan tari : 09.00, 14.00 dan 18.00 WIB
Carnaval gelar tari : 15.00 WIB
Pameran Foto, Kostum Tari,
Ruang Sharing : 12.30 WIB
Pemutaran Dance Film : 18.00 WIB

Festival Topeng Nusantara 2010

•September 26, 2010 • Leave a Comment


Festival Topeng Nusantara 2010 akan digelar di resort Sankanhurip – Cirebon 15-17 Oktober 2010

Seni Topeng telah menjadi salah satu bentuk ekspresi seni paling tua yang pernah diciptakan peradaban manusia. Pada sebagian masyarakat dunia, topeng memegang peranan penting dalam berbagai sisi kehidupan yang menyimpan nilai-nilai magis dan suci. Ini karena peranan topeng yang besar sebagai simbol-simbol khusus dalam berbagai upacara dan kegiatan adat yang luhur. Kehidupan masyarakat modern saat ini menempatkan topeng sebagai salah satu bentuk karya seni adiluhung.

Tidak hanya keindahan estetis yang dimilikinya, tetapi sisi misteri yang tersimpan pada raut wajah topeng tetap mampu memancarkan kekuatan magis. Sebagai seni pertunjukan topeng merupakan perpaduan dari berbagai jenis kesenian yang memiliki nilai-nilai luhur dan memiliki bentuk karakter seni seperti seni rupa,drama, sastra, musik, tari dan ukir. Disamping itu topeng juga memiliki perspektif hiburan dan pendidikan.

Festival Topeng Nusantara akan mengemban upaya pelestarian nilai tradisi budaya bangsa dan upaya peningkatan industri kreatif berbasis budaya lokal sebagai salah satu tulang punggung ekonomi rakyat.

Festival Topeng Nusantara 2010 akan menampilkan Topeng dari 8 Provinsi di Indonesia yakni : Tari  Topeng Gundala-gundala dari Sumatra Utara, tari Topeng Gurogudho dari Jawa Timur, Tari Topeng Hudog dari Kalimantan Timur, Teater tradisional Cupak Gerantang dari NTB, Tasri Topeng Tenget dari Bali, Tari topeng Gandrung dari Jawa Tengah, tari topeng Cirebon dari Jawa Barat.

SINOPSIS TARI BAJIDOR KAHOT

•March 26, 2009 • 2 Comments

bajidorkahot2Tari Bajidor Kahot,

Di era tahun 2000 an muncul nama satu nomor tari yang dikenal dengan nama tari Bajidor Kahot. Tarian ini dengan cepat menjadi satu trend mark apabila kita mementaskan tari Jaipongan yang berasal dari daerah Jawa Barat. Tari ini menggunakan properti kipas dan selendang. Tari bajidor Kahot adalah tarian kreasi baru yang diangkat dari kombinasi antara Ketuk Tilu dan Jaipongan.

Nama Bajidor Kahot mempunyai kemungkinan ada hubungannya dengan,

Kliningan-Bajidoran merupakan sebuah bentuk pertunjukan rakyat yang diduga mulai muncul sekitar tahun 1950-an. Kemungkinan besar merupakan perkembangan dari ketuk tilu, sebab unsure yang paling esensi didalamnya masih tampak sajian kliningan-bajidoran, yaitu sinden sebagai transformasi dari ronggeng dan bajidor transformasi dari pamogoran. Sementara lagu dan tarian disajikan dengan gaya kliningan-bajidoran.
Pertunjukan kesenian ini merupakan ekspresi dari masyarakat Karawang, Arena Bajidoran menjadi ajang pertemuan masyarakat, bertemunya gaya kreasi, dan disadari atau tidak menjadi ajang persaingan status dan gengsi. Sehingga oleh beberapa pihak dimanfaatkan menjadi komersial dan sekuler. Hal ini menyebabkan penurunan nilai dan makna bajidoran, karena seniman semakin mementigkan selera pasar untuk tetap bertahan hidup.

Duet Bajidoran Sebuah Trend Baru
Dewasa ini, Bajidoran sedang nge-trend dengan istilah duet Bajidoran. Popularitas Bajidor seperti itu berawal ketika seorang pengusaha/petani H. Sarpin menyelenggarakan hajatan dengan dengan mengundang empat group Bajidoran sekaligus. Peristiwa itu memang jarang terjadi. namun memasuki tahun 2000, duet Bajidoran ini semakin diminati oleh para penyangga kesenian tersebut. Duet Bajidor adalah pertunjukan duet buah group Bajidor dalam satu lokasi, seperti dalam kesenian topeng Cirebon disebut Kuputarung. Masyarakat Kaleran biasa menyebut kesenian yang ditarungkan itu dengan sebutan Barungan.

Aslinya tarian ini berdurasi 13 menit tetapi untuk kebutuhan panggung dan waktu pertunjukan maka durasinya di pangkas menjadi 5 menit. Pada beberapa situs di internet disebutkan bahwa tarian ini menitik beratkan pada goyang pinggul. Tetapi sebenarnya tidak sedemikian simplenya. Karena menarikan Bajidor Kahot dan beberapa nomor tari jaipongan lainnya tidak melulu hanya bergoyang pinggul tetapi juga lengan, bahu, kepala, tangan dan ketrampilan step-step kaki.

Bajidor Kahot berangkat dari sebuah tarian rakyat yang bertemakan pergaulan, yang menceritakan tentang keceriaan para mojang. Itulah sebabnya tarian ini ditarikan oleh remaja-remaja putri yang cantik jelita.

SINOPSIS NOMOR TARI

•March 26, 2009 • 2 Comments

Tor-tor dance

Tor-tor dance is originated from North Sumatera as a religious dance to praise lord upon a successful thing. It is an expression gratitude to a harvest and other successful things in society life.

Kipas dance

Kipas dance is originated from Riau. It is a dynamic and fascinating dance expresses love in teenage girls life approaching to be adult.

Trunajaya dance

This dance illustrates the mood of Balinese youth in facing their future. Self confidence is expressed in the dinamyc yet refined movements showing preparation for dressing and applying make up.

Wira Pertiwi dance

Created of Bagong Kussudiardja from Jogyakarta, The dance picture a group of young women practising combat exercises. The movement of the dance illustrated those of women soldiers alert and dinamyc in carrying out their duties. Typical attitude pf soldiers who are not willing surrender to defend the country.

Kandagan dance

From West Java. kandagan is a box used by aristocratic families to keep jewellery, weapon, and other precious object. This dance is saturated wit artistic movements which now contitute the basis of contemporary dances of West Java.